Siang itu matahari panas luar biasa, sampe untuk berjalan 20 meter saja saya harus berpeluh banyak. Hari itu sekitar pukul 13.00, jam makan siang, satu rombongan masuk ke sebuah cafe, yang kebetulan saya pun makan siang di cafe tersebut. Tidak terlalu lama mereka pun memesan makanan, sambil menunggu mereka berbisik bisik ke yang punya cafe, tidak terlalu lama datang laki laki yang saya boleh bilang dia seorang banci. Tak lama dia menghampiri rombongan tersebut, dan memberikan satu album foto. Terus saja saya makan sembari mendengar dialog mereka. Ternyata banci itu menawarkan foto foto wanita penjaja seks. Pikiran dan pendapatku selalu bilang bahwa rata rata banci itu adalah germo dari para penjaja seks. Ternyata hari itu benar, banci itu bernegosiasi harga. Satu wanita per show time 300.000,- kata dia, tak lama dia menelepon seseorang. Tak lama berselang muncul wanita yang mungkin dalam foto itu. Rombongan itu mengerutkan dahi, mungkin ga cocok, tapi saya lihat mereka memberi 100.000,- kepada perempuan itu, setelah menerima langsung pergi. Sepertinya negosiasi gagal, karena tidak cocok. Walaupun rombongan tapi saya lihat hanya dua orang yang akan memakai penjaja seksnya. Tak lama datang lagi perempuan yang berbeda, ternyata percis seperti tadi, mereka tidak cocok. Mungkin banci itu sudah kesel, dia menawarkan seorang perawan dengan tarif 1.500.000,-, mereka mengiyakan, cuma dia bilang tidak bisa sekarang karena dia masih kelas 3 SMP. Demi Allah saya kaget, tadi saja perempuan yang ditawarkan sangat muda, walau secara fisik mereka tinggi semampai, sekarang yang banci itu akan jual seorang perawan kelas 3 SMP. Apa yang terjadi dengan kota tempat tinggalku?? sebuah fenomena pelacurankah?atau sindikat penjualan anak?? karena yang mereka tawarkan anak yang masih di bawah umur. Kalau hanya pelacuran mungkin mereka hanya berurusan dengan kebutuhan perut, atau mungkin gaya hidup. Tapi kalau sudah penjualan perawan dengan anak yang masih di bawah umur, mungin ini sudah masuk pidana penjualan anak. Wallahu'alam. Semoga ada sikap dan tindakan yang tegas dari pemerintah kotaku. Ini baru satu cafe, belum tempat tempat yang memang terkonsentrasi dengan penjaja seks.20 September 2010
Penjaja Seks atau Yang Terjual??
Siang itu matahari panas luar biasa, sampe untuk berjalan 20 meter saja saya harus berpeluh banyak. Hari itu sekitar pukul 13.00, jam makan siang, satu rombongan masuk ke sebuah cafe, yang kebetulan saya pun makan siang di cafe tersebut. Tidak terlalu lama mereka pun memesan makanan, sambil menunggu mereka berbisik bisik ke yang punya cafe, tidak terlalu lama datang laki laki yang saya boleh bilang dia seorang banci. Tak lama dia menghampiri rombongan tersebut, dan memberikan satu album foto. Terus saja saya makan sembari mendengar dialog mereka. Ternyata banci itu menawarkan foto foto wanita penjaja seks. Pikiran dan pendapatku selalu bilang bahwa rata rata banci itu adalah germo dari para penjaja seks. Ternyata hari itu benar, banci itu bernegosiasi harga. Satu wanita per show time 300.000,- kata dia, tak lama dia menelepon seseorang. Tak lama berselang muncul wanita yang mungkin dalam foto itu. Rombongan itu mengerutkan dahi, mungkin ga cocok, tapi saya lihat mereka memberi 100.000,- kepada perempuan itu, setelah menerima langsung pergi. Sepertinya negosiasi gagal, karena tidak cocok. Walaupun rombongan tapi saya lihat hanya dua orang yang akan memakai penjaja seksnya. Tak lama datang lagi perempuan yang berbeda, ternyata percis seperti tadi, mereka tidak cocok. Mungkin banci itu sudah kesel, dia menawarkan seorang perawan dengan tarif 1.500.000,-, mereka mengiyakan, cuma dia bilang tidak bisa sekarang karena dia masih kelas 3 SMP. Demi Allah saya kaget, tadi saja perempuan yang ditawarkan sangat muda, walau secara fisik mereka tinggi semampai, sekarang yang banci itu akan jual seorang perawan kelas 3 SMP. Apa yang terjadi dengan kota tempat tinggalku?? sebuah fenomena pelacurankah?atau sindikat penjualan anak?? karena yang mereka tawarkan anak yang masih di bawah umur. Kalau hanya pelacuran mungkin mereka hanya berurusan dengan kebutuhan perut, atau mungkin gaya hidup. Tapi kalau sudah penjualan perawan dengan anak yang masih di bawah umur, mungin ini sudah masuk pidana penjualan anak. Wallahu'alam. Semoga ada sikap dan tindakan yang tegas dari pemerintah kotaku. Ini baru satu cafe, belum tempat tempat yang memang terkonsentrasi dengan penjaja seks.19 September 2010
Acara Halal Bi Halal Blogger Subang
Alhamdulillah akhirnya salah satu agenda blogger Subang yaitu Halal Bi Halal akhirnya sukses juga, antusiasme kawan kawan blogger dan keluarganya menjadi kemeriahan tersendiri. Dengan di hadiri Agus Masykur Rosyadi sebagai ketua presidium sekaligus wakil ketua Dprd Subang, serta Kaka Suminta Ketua Kpu serta senior jurnalis dan sesepuh blogger Subang. Mulai dari awal acara sampai akhir tanpa ada sedikitpun raut wajah jenuh dari kawan kawan blogger maupun keluarganya. Keseruan itu sudah nampak dari mulai moderator membawakan acara, lugas , segar dan moal gagal. Keseruan bertambah ketika semua kawan kawan blogger memperkenalkan blognya masing masing. Acara ini pun tidak lepas dari acara makan siang bersama, walaupun acara makan bersama, namun tetap saja diisi dengan obrolan dan sharing dengan kawan blogger lainnya. Saat itu jadi ajang tukar pikiran, ternyata Blogger subang masih sangat haus dengan informasi, walaupun dengan latar belakang pekerjaan, dan isi blog yang berbeda beda. Saya harap situasi ini bukan hanya ada di halal bi halal saja, setiap agenda inginnya semua berkumpul, semua besic dan disiplin ilmu ada pada kalian kawan kawan. Saya akan selalu bangga berada di blogger Subang.
17 September 2010
"Pergolakan Pemikiran" catatan seorang Blogger Subang part 1
Hari kemarin adalah titik tolak dari sebuah tulisan yang kritis, setelah lama sekali tidak menulis. Aku ingat mulai tahun 1997 menulis tentang pemikiran dan idealisme pergerakan. Masa masa itu adalah masa ketika rezim Soeharto yang masih menggunakan pasal subversi mencoba membungkam suara suara kritis di dalam kampus. Saat itu aku masih semester awal, ada sebuah aksi dengan nama ALAM ( Aliansi Aktivis Mahasiswa ) IAIN Sunan Gunung Djati, hari itu juga saya bergabung aksi dengan masa hanya 7 orang. Isue yang mereka usung " Turunkan Soeharto ". Sebuah aksi yang di cibir sama semua mahasiswa dan dosen. Mereka pikir sia sia menghantam Soeharto yang sudah 30 tahun berkuasa. Malam itu juga aku bergabung dengan ALAM, yang hanya terdiri dari 4 orang aktivis saja. Ada Hamdan, Alam, Deni dan Iman, setelah itu aku bergabung. Posisi yang di berikan adalah sebagai divisi propaganda. Aksi demi aksi di jalankan dengan hanya kurang lebih 10 orang. Semua anggota ALAM selalu diikuti intel kemanapun. Kelebihan kami adalah melakukan penggalangan masa melalui cara cara radikal,,dengan berorasi di depan ruang kelas sampai fakultas, jurusan bahkan rektorat. Tapi ternyata aksi yang sering dilakukan berbuah manis, masa aksi semakin besar,,aksi kami selalu menutupi jalan utama Bandung-Garut, setiap aksi polisi pun di buat kalangkabut. Seiring semakin besar masa aksi,,dan memang tugas saya sebagai propaganda yang selalu membuat pernyataan sikap setiap aksi,,dan menghubungi media, akhirnya Front Indonesia Muda ( FIM ) Bandung yang terdiri dari KA-UNPAD, Uninus, Unisba, Unwim, Ikopin, STT, serta IKIP mengajak ALAM IAIN bergabung. Ternyata aku masih di tempatkan di divisi propaganda. Selang beberapa minggu saya menjadi pempred buletin INDONESIA MUDA, buletin FIM Bandung. Tak lama setelah kepemimpinan hamdan habis, aku menjadi Ketua Aliansi Aktifis Mahasiswa ( ALAM ) IAIN SGD,. Semasa kepengurusanku,,aksi semakin besar, setiap bergabung dengan kampus lain, kami selalu membawa masa besar,pada dua minggu sebelum Soeharto lengser bahkan membawa 13 bis DAMRI, di perkirakan 1000 orang mahasiswa IAIN ikut aksi, yang pada waktu itu aku yang menjadi komandan lapangannya. Ini sebuah memori indah, ketika membuat sebuah kontribusi untuk negeri. Lebih dari dua tahun memegang buletin INDONESIA MUDA ternyata masih berbekas ciri khas tajam dalam penulisan. Makanya ketika aku menulis " kantorku sarang penyamun " semua orang di kantorku kebakaran jenggot, bahkan merembet ke intansi lain. Saya semakin sadar betapa dahsyatnya sebuah tulisan, bukan orang yang di hantam, ternyata sistem dan kemapanan yang sudah mereka buat. Ada sedikit tekanan, tapi belum apa apa di banding era 1998, yang sangat represif, main culik dan sebagainya. Aku bangga tetap bersama sama kawan kawan blogger Subang, ada semangat untuk kembali menulis, menuangkan semua idealisme dan ide ide segar. Terima kasih kawan atas semua dorongan dan dukungan. Aku tidak akan berhenti menulis, dan mereka tidak akan bisa membungkam sebuah tulisan.14 September 2010
Perbedaan Silaturahmi dan Silaturahim
Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahmi. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?
Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. Padahal, yang betul adalah silaturahim.
Lantas, apa bedanya silaturahmi dengan silaturahim ?padahal susunan hurufnya sama saja. Ya, memang perbedaannnya ada pada akhiran yang ada pada huruf mim.
Pada dasarnya silaturahmi berasal dari dua kata, “silah” dan “rahmi”. Silah artinya menyambungkan. Sedang rahmi artinya rasa nyeri yang diderita para ibu ketika melahirkan. Hal ini tentu sangat berbeda rahim yakni menyambung rasa kasih sayang dan pengertian.
Itu sebabnya kebencian, kedengkian dan konflik masih saja ada meski silaturahmi terus terjalin. Sebab, yang kita sambung adalah rasa nyeri para ibu kita ketika melahirkan tadi.
Written by Hidayat Nur Wahid
Catatan :
Silaturrahim: dikhususkan untuk golongan yg berhubungan darah atau dari satu Rahim.
Misalnya hubungan antara abang, adik, kakak, ayah, ibu, nenek, kakek dsb yg ada hubungan darah.
Silaturrahmi: sebuah hubungan antar manusia dari berbagai suku bangsa..
Persahabatan kita di Blogger Subang bisa dipererat dengan Silaturrahmi, bukan Silaturrahim !
Walaupun ada anggapan Silaturrahim lebih tepat dan sangat Islami, tapi itu salah.
Halal Bi Halal Blogger Subang 2010

Buat kawan kawan Blogger Subang,, jangan lupa !!!
Hari/Tgl: Sabtu, 18 September 2010
Pukul: 10.30 wib sampe selesai
Tempat: Bengkel Pena, Moreli, Jalan RA Kartini, Kelurahan Nyimplung (Belakang Kampus Unsub I)
Hadir pula Blogger Kehormatan, Agus Masykur Rosyadi, Wakil Ketua DPRD Subang.
Daftarnya cukup mudah, silahkan hubungi 0857.22400746 dan 081324787095. bisa juga kirim pesan melalui FB: nama, alamat e-mail dan no HP kamu ke e-mail demicintakupadamu@gmail.com.
Peserta: seluruh BloggerSubang, orang Subang yang punya blog. Boleh bawa keluarga, bawa partner, kecuali selingkuhan (hehe…). Tapi kapasitas terbatas, jadi cepet-cepetan saja konfirm kehadiran.
note: siapkan uang pengganti makan siang Rp15 ribu perorang
Oke Gan, selamat bertemu di Halal Bi Halal Ceria BloggerSubang, dengan semangat baru, dan jiwa baru….
Segenap Komunitas Blogger Subang
mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
11 September 2010
Iedul Fitri dan Kemunafikan
Iedul fitri adalah hari raya yang kita tunggu tunggu, bagaimana tidak, sebulan kita menyelesaikan ibadah saum. Makanya ketika iedul fitri berbagai perasaan muncul, ada senang karena ibadah saumnya di tutup dengan sempurna dengan takbir dan shalat ied. Walaupun semua bergembira, tapi ada perasaan yang tidak bisa di sembunyikan, yaitu perasaan sedih harus berpisah dengan bulan ramadhan, kita merasa gembira di iedul fitri karena kita telah melalui proses di bulan ramadhan. Bersalam salaman adalah sebuah manifestasi dan aplikasi makna dari maaf memaafkan, makanya ketika iedul fitri umat islam bersalam salaman untuk meminta maaf. Memang harus seperti itu mengingat kita sebagai hablumminallah dan sebagai mahluk sosial tentunya. Raut muka orang bersalaman bermacam macam ekspresi, ada yang tersenyum, ada yang murung, ada yang menangis, ada yang tertawa. Dari semua ekspresi itu intinya adalah tetap bermaaf maafan serta temu kangen. Sebab hanya iedul fitri yang bisa mengumpulkan sanak saudara dari manapun, tanpa moment iedul fitri jarang sekali sebuah keluarga besar bisa berkumpul. Setelah selesai shalat ied di lapangan komplek perumahanku, tergambar jelas orang bersalaman dengan mengharu biru. Ada sisi menarik ketika memperhatikan kedua orang itu, yang satu anggota DPRD yang terhormat, yang satu adalah anggota DPRD dengan fraksi yang berbeda, setiap acara mereka selalu ribut, selalu tidak sependapat. Saking seringnya bertengkar sampai sampai mereka tidak saling sapa. Hampir setahun mereka seperti itu, salaman di masjid saja mereka segan. Tapi saya perhatikan setiap tahun mereka bersalaman, dengan senyum yang ramah, malah berangkulan setelah shalat ied. Tapi setiap tahun juga mereka bertengkar, ketemu iedul fitri mereka berangkulan lagi, saya tidak mengerti, apa memang seperti itu para pejabat kalau sudah di depan rakyatnya, seolah tidak ada masalah. Itu di daerahku, ketika menonton TV pun ternyata sama, bereka para pejabat itu bersalaman, habis lebaran mereka bertarung lagi demi kepentingan mereka. pakah ini sikap kepura puraan??mungkin kadang muncul kemunafikan di iedul fitri. Wallahu'alam..


